THE WINNING YEAR IS BEGIN NOW (Catatan akhir tahun Minimarket)

Warming up di ruang ganti

Sore yang cerah, matahari bersinar hangat. Sejak siang tadi, warna biru-biru berseliweran di jalan-jalan, menuju satu titik, stadion. Meski pemain belum pada datang, nyanyian sudah dimulai, tarian-tarian digoyangkan, spanduk-spanduk digelar, singa-singa ditongkrongkan di seputar lapangan.

Setiap jum’at akhir bulan biasanya seluruh anggota tim kerja dari semua unit bisnis SMS Group mengadakan kumpul-kumpul bersama, semacam rapat evaluasi hasil kerja bulan lalu, tapi gak formal seperti rapat pada umumnya.

Silaturahmi, bercanda, dan seru-seruan, dari situ justru banyak keluar ide-ide yang bagus dan nyeneh dari teman-teman.

Salah satunya ini, unit usaha yang di komandani adik saya menyajikan laporan akhir tahun dengan cara yang tidak biasa, sayang sekali kalau dinikmati sendiri.

Mari kita simak bersama…

Catatan akhir tahun Leo Minimart.

Inilah catatan akhir tahun dari Leo Minimart, sebuah metamorfosa dari Toko Jamu Leo, Toko Leo, Leo Swalayan yang sekarang jadi Leo Minimart. Entah nanti jadi apalagi.

Catatan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban dari aku sebagai manajer Leo Minimart kepada diriku sendiri.

Sebenarnya gak pake laporan-laporan segala juga gak apa-apa, toh hidup terus berjalan, waktu terus mengalir, begitu juga usaha ini tetap baik-baik saja.

Namun selain sebagai sebuah catatan, tulisan ini juga sebagai ajang evaluasi dan pengikat memori tentang apa saja yang telah kulakukan pada tahun ini, tentang kisah keberhasilan, sebagai pengingat kegagalan, juga sebagai titik tolak untuk melangkah pada tahun yang akan datang.

Selain itu, catatan ini dibuat juga sebagai profil Leo Minimart untuk dapat di baca pihak lain yang mungkin saja tertarik dengan bisnis retail seperti yang sedang kukelola ini. Siapa tahu angan-angan bikin franchise rakyat jelata bisa keturutan, kan lumayan..

Para pemain mulai menginjak rumput hijau, diiringi tepukan elu-elu para penonton, nama-nama disebut. Tak lama setelah lagu kebangsaan diyanyikan peluit kick off ditiup, bola ditendang, para pemain berlari.

Masih teringat dengan jelas, bahkan rasanya baru kemarin ketika aku, Mas Yusron, dan Ami Undhink nggeloso di pojokan toko.

Ngobrol ngalor ngidul tentang cita-cita, Mas Yusron mengeluarkan kredo bahwa si T-sel adalah musuhnya, gara-gara isi pulsa gak masuk-masuk sampe ngelu dikomplain terus sama pelanggan.

Ami Undhink berangan angan jadi juragan cetak, aku sendiri nyumpah akan mengepung Alfamartindomart, gara-gara merasa diremehkan gak ditanggapi serius waktu minta disurvey ngikut frachisenya.

Itu tadi sekitar tiga atau dua tahun yang lalu, sekarang? Lihat aja sendiri, Mas Yusron punya konter yang bercabang-cabang, malah ngerambah dadi juragan Warnet.

Mas Mundir sudah jadi juragan cetak, dan coba-coba main trading-trading tra la labersahabat dengan trend pasar dan memusuhi diri sediri-.

Sedang proyek Leo Minimartku sudah jalan kira-kira 60 persen, tinggal finishing touch. Kesimpulannya impian yang dulu sudah mendekati kenyataan.

Kick Off babak pertama

Aku lupa-lupa ingat tentang apa yang persis terjadi pada awal tahun ini, kalo gak salah saat itu Mas Yus baru seru-serunya main di prapatan ITN, dan toko ini baru saja menyelesaikan target awal yaitu membereskan tanggungan dengan bakul di pasar, juga baru mulai berpisah keuangan dan lokasi dengan konter Seluler.

Kamu pasti ingat tentang haru biru perpisahan itu dalam catatan yang telah kubuat di tahun lalu kan. Yang pasti, pada cover stock Off Name Januari 2007 ada motto yang kutulis dengan besar-besar.

THE WINNING YEAR IS BEGIN NOW. Ya, itulah semangat tahun 2007. Tahun Kemenangan harus dimulai sekarang, 2007 ada banyak cerita, dan itu adalah cerita kemenangan.

Pertandingan baru berjalan beberapa menit, umpan tarik dari gelandang yang lolos dari kawalan pemain belakang mengarah tepat pada sang striker. Sang striker terbang, badan beradu dengan kiper, bola mengarah ke gawang… aaahhhh ternyata melenceng sedikit di pojok kanan gawang.

Yahhh lumayan lah, meski enggak gol, tapi sudah bikin skrimit di mulut gawang, yang peting penonton sudah mulai deg degan.

Pertengahan tahun ini juga, ada mega proyek. Dalam rentang waktu beberapa bulan ada pengeluaran sebesar 20 jt.

Ini proyek memang konyol, seperti sang David yang dengan ketapelnya mau membunuh Goliath. Kok bisa gitu? lihat aja, aset yang dipunyai gak sampek duapuluh jettie, tapi pedenya mau nggepuk utang yang rong puluh ewu yuto.

Yah ternyata memang bisa. Padahal awalnya aku juga ragu, meng-iya-kan proyek ini dengan agak ngawur. Gimana caranya? Macem-macem, poko’e kudu matek aji. Seluruh konsentrasi mengarah pada satu titik.

 Gol. Gol. Gooolllll!!!!

Tak lama sang lawan menguasai bola sudah direbut, umpan langsung ke depan gawang dari lapangan tengah, adu lari antara striker dan back lawan, datang lagi lawan langsung meluncurkan sliding dari samping, loncat sedikit, lolos, kontrol bola sebentar, shutting keras mengarah ke gawang…..

Gooollll!!!!!.  Kalo yang ini baru gol beneran. Ayo sorak, nyanyikan lagu kemenangan, pukul keras-keras genderang perangnya.

Membaca grafik penjualan tahun ini (baca lampiran) maka bisa diketahui bahwa penjualan rata-rata sekitar 1.100-1.300 ribu per hari, dan itu merata setiap hari sepanjang tahun.

Mungkin bisa saja naik, tergantung pada even-even tertentu, seperti hari raya kemarin penjualan melonjak tajam. Meskipun begitu bukan berarti penghasilan bertambah, kan pada saat itu pengeluaran juga banyak, seperti THR, zakat, dll. Jadi bisa dibilang impas.

Tadinya kupikir grafik penjualan yang rata-rata dan stabil itu cukup baik, setelah mikir-mikir lagi ternyata ada hal yang belum diperhitungkan, yaitu inflasi, naiknya harga barang-barang.

Penjualan 1.100 sejuta satos ewu pada awal tahun tentu gak sama dengan 1.100 satu juta seratus ribu pada pertengahan atau akhir tahun.

Duit 1.100 pada awal tahun dan 1.100 pada akhir tahun gak sama nilainya, kalo buat kulakan juga barangnya kalah banyak.

Kalo penjualan rata-rata, harusnya nominalnya naik sekitar 10-20 persen atau sejajar dengan kenaikan harga barng-barang. Maka dengan berat hati harus diakui bahwa penjualan menurun.

Lanjut lagi. Sekarang baca stock-off-namenya, pada senin 1 januari 2007, terus pada jumat 6 april 2007, lalu jumat 03 agustus 2007, sampai akhir tahun, Desember 2007? (lihat lampiran) sekilas saja sudah dapat dibaca bahwa total stock terus naik, mesti perlahan.

Metode stock ini adalah cara paling mudah untuk tahu bisnis ini dapat untung atau tidak.

Karena pembukuan yang masih sangat sederhana, perhitungan standar dengan tidak mengikutkan sama sekali neraca lajur, neraca rugi laba.

Jadi ambil mudahnya aja, total stocknya kemarin berapa, dan sekarang berapa. Nambah ya untung, kalo susut ya rugi, gampang saja, ternyata total stock terus naik dari awal tahun sampe akhir tahun.

Belum habis putaran syal gol pembuka pesta sore itu pertandingan sudah dimulai lagi, lawan yang terlalu bernafsu membalas kebobolannnya panik dan salah umpan. Solo run dari back tak bisa dihentikan. Umpan ke gelandang, umpan lagi langsung ke striker, tendangan keras dari luar kotak pinalti….. penonton berdiri, menahan napas, goo!!!???

Eit, tunggu dulu, lagi-lagi aku gak ngitung inflasi, sialan! Inflasi lagi masalahnya. Bisa jadi naiknya total stock dikarenakan naiknya harga barang-barang, jadi stocknya tetap dong.

Barangnya ya itu-itu aja, cuma harganya aja yang naik, sehingga kelihatannya stock nambah, padahal tidak sama sekali.

Aaaaaa…. Ternyata masih bisa diblok oleh kiper lawan, penonton kecewa. Siap-siap duduk lagi.

Yah, itulah. Kayaknya aja untung terus, tapi yang terlihat tidak seperti yang diharapkan, he he he. Oh iya, Ada lagi yang belum keitung. Penjualan boleh menurun, stock boleh rata-rata, tapi kan pegeluaran belum dihitung.

Bagaimana dengan gaji pegawai, biaya kepul dapur, tambah aset beli gondola, renovasi gedung, belum lagi project 2.0 ewu.  Ternyata tidak bisa dipungkiri, kita masih untung.

Dari second line tiba-tiba muncul sang gelandang serang, bek lawan tidak siap, kocek bola sebentar, toleh kanan kiri cari kawan, semua striker sudah di marking ketat. Ahhh kesuween tendang aja langsung, lurus ke pojok kanan atas gawang, para bek melongo, kiper mendadak terbang, penonton berdiri lagi dengan mulut menganga…..Goooool!!!!

ini bener-bener gol. stadion bergetar seperti mau meledak. Aaayoooo, Ayooooo putar syal nya, teriak yang keras, nyanyikan lagu kemenangan.

 

Priitt!!, wasit mengeluarkan kartu kuning.

Proyek ini berasal muasal dari keluarga dekat kita, Bu Jum yang bilang sama Mas Yus kalo kontrakan di sebelah Toko Bu Jum yang dipake buat jualan pulsa sudah mau habis. Beliau ingin lokasinya ditempati Mas Yus, buat cabang konter pulsa.

Mas Yus sih oke aja, tapi ternyata kontrakannya gak abis-abis. Sembari menunggu kontrakan habis mas Yus nyeret aku untuk masuk, nawarin Tokonya Bu Jum aja yang digarap dulu, diatur dan ditata nanti biar aku yang manajeri. Itung-itung belajar buka cabang lah.

Melihat keberhasilan kami mentransformasi toko jadi minimarket beliau tertarik, apalagi bisa dimulai dengan tanpa banyak biaya, singkat cerita deal terjadi.

Maka aku teken kontrak dengan beliau, renovasi dan ngatur tokonya sedemikian rupa, dan cerita 100 hari Minimarket di Jetis dimulai.

Namun cerita 100 hari toko cabang Minimarket di Jetis bisa dibilang tidak berakhir dengan hepi ending, dengan jujur aku akui bahwa proyek ini gagal.

Meski tidak gagal total, karena secara kasat mata kondisi interior toko sudah berubah, sudah layak disebut Minimarket, dan selama 100 hari itu toko bisa on dengan rutin.

Tapi juga tidak sukses seratus persen, karena aku pulang tidak dengan membawa apa-apa. Yang selalu kuingat bahwa aku dapat pelajaran banyak di sana.

Salah satunya adalah jangan mengembara dulu sebelum pekerjaan yang di rumah terselesaikan, maka inilah saatnya aku pulang.

Maksud si bek mau sliding ambil bola dari samping, eh ternyata pelanggaran. Dapat kartu kuning deh.

Kenapa sih wasit cuma bawa kartu kuning dan merah aja. Mbok melihat situasi dan kondisi, biar main bolanya lebih meriah.

Jadi kalo lagi lebaran wasit bawa kartu lebaran, kasih tuh ke pemain yang melanggar, biar maaf-maafan dan gak ada dendam, kalo pas hari valentin bawa kartu valentin warna merah muda berbentuk love.

Nanti kalo ada pemain impor yang macho dan ganteng kasih aja kartu valentin sambil bilang “I lov u” Ha ha ha, wasite hombreng.

 Peluit panjang wasit terdengar… menandakan istirahat untuk babak selanjutnya.

Bersambung ke Babak kedua…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *